© 2019 by Bhivestama

10 Alasan Pembeli dalam Merger dan Akuisisi

 

Berikut adalah 10 alasan melakukan merger dan akuisisi dari perspektif pembeli:

  1. Skala Ekonomi. Ketika mengakuisisi bisnis lain yang sejenis, sebuah perusahaan mencapai skala produksi yang lebih ekonomis. Perusahaan dapat melakukan sinergi peningkatan pendapatan ataupun pengurangan biaya sehingga meningkatkan margin keuntungan melalui efisiensi integrasi operasional dua perusahaan.

  2. Meningkatkan Kekuatan Pasar. Mengakuisisi perusahaan kompetitor merupakan cara untuk meningkatkan kekuatan di pasar. Bisnis dalam jangka panjang selalu berusaha mencapai posisi oligopoli, dengan mengakuisisi perusahaan di industri dan market yang sama.

  3. Pertumbuhan melalui Diversifikasi. Mengakuisisi perusahaan dari industri berbeda untuk memperluas cakupan produk dan lokasi investasi. Menjadi strategi bertahan menghadapi krisis ekonomi. Ketika satu produk atau lokasi bermasalah, masih ada produk atau lokasi lain yang stabil.

  4. Integrasi Vertikal. Mengakuisisi pasokan bahan produksi, pelanggan, atau jalur distribusi sehingga meningkatkan keuntungan dari pengamanan proses bisnis hulu sampai hilir.

  5. Acquire-hire. Mengakuisisi perusahaan untuk mendapatkan tenaga ahlinya, bisa saja produknya kemudian dihentikan. Hal ini sering kali terjadi di perusahaan berbasis teknologi. Lebih pasti mengakuisisi tim yang sudah terbukti hasilnya daripada harus merekrut satu per satu sehingga biaya pembelian perusahaan seakan-akan menjadi biaya rekrutasi dan pengembangan tim.

  6. Menghindari Risiko. Memulai bisnis baru atau mengembangkan produk baru menghadapi ketidakpastian dengan risiko kegagalan. Perusahaan dapat membeli perusahaan yang sudah teruji, berjalan baik, dan memiliki potensi pertumbuhan sehingga bisa lebih cepat mengembangkan infrastruktur, reputasi bisnis, dan pendapatan.

  7. Sumber Daya Alam (SDA). Mengakuisisi perusahaan SDA untuk mendapatkan value saham dan cadangan yang belum diolah. Pada perusahaan migas, M&A dilakukan untuk menghindari risiko pengeboran tanpa hasil yang menelan biaya sangat tinggi.

  8. Target Bisnis. M&A untuk mencapai target bisnis tertentu yang dilakukan oleh perusahaan yang melakukan konglomerasi atau pembelian oleh private equity.

  9. Go International. Mengakuisisi perusahaan lokal suatu negara untuk memasuki pasar internasional dan perluasan produk lebih menguntungkan dibanding memulai usaha baru karena sudah tersedia seperti karyawan, pelanggan, infrastruktur, izin operasi, dokumen biokrasi, dan pasar yang siap pakai.

  10. Private Equity. Mengakuisisi perusahaan dengan sebagian besar modal dari pinjaman, melalui transaksi leveraged buyout (LBO). Profil perusahaan target yang paling ideal adalah untung, teknologi rendah, dan bisnis nonsiklis dengan rekam jejak yang konsisten.

 

Untuk pembahasan lengkapnya Anda bisa baca di buku “M&A Playbook – Penjelasan Lengkap Merger dan Akuisisi”, dengan penulis Jeami Gumilarsjah, ST, MBA, CMAP, CMA&I; dan penerbit PPM Publishing.

 

 

Please reload

Featured Posts

Rahasia Sukses Google dalam M&A

August 18, 2016

1/5
Please reload

Recent Posts

September 5, 2016