© 2019 by Bhivestama

EXECUTIVE TRAINING

POST DEAL INTEGRATION

Post Deal Integration (PDI)

Post Deal Integration (PDI) merupakan fase penting sekaligus paling kritis. Jika akuisisi baru berpotensi menciptakan , sedangkan integrasi menciptakan yang sebenarnya. Integrasi pada hakikatnya menyatukan dua perusahaan menjadi satu “perusahaan baru” yang memiliki nilai lebih tinggi. PDI mensyaratkan orang-orang dari perusahaan yang merger untuk bekerja sama dan komitmen besar dari pengakuisisi maupun target. Integrasi pada prinsipnya menyatukan dua perusahaan menjadi satu perusahaan baru dan memiliki nilai lebih tinggi.

 

PDI perlu memilih tipe integrasi yang tepat, lingkup elemen yang diintegrasikan, mengikuti tahapan secara benar, dan memahami tantangan yang bisa terjadi. Integrasi adalah proses interaktif di mana orang-orang dari dua organisasi harus bekerjasama. Manajemen tertinggi perusahaan pengakuisisi terlibat dalam proses pengambilan keputusan pada tim manajemen perusahaan target, menerapkan standar, peraturan, & ekspektasi mereka. Namun, hal ini menyebabkan manajemen perusahaan target merasa kehilangan otonominya sehingga timbul sikap negatif terhadap merger tersebut.

 

Materi pelatihan terdiri dari: Pengantar, membahas Pendekatan & Tipe Integrasi berdasarkan perbedaan budaya & potensi sinergi. Terdapat tiga jenis integrasi, yaitu:

  • Integrasi Operasional. Merupakan integrasi dua perusahaan atau lebih yang memiliki kemiripan bisnis, tahapan operasional, supply chain, atau hubungan hulu-hilir. Contohnya, perusahaan manufaktur yang mengakuisisi perusahaan pemasok bahan mentah, atau mengakuisisi perusahaan distributor. Integrasi tipe ini tidak memiliki tantangan yang terlalu besar karena cukup memadukan ”hubungan yang sudah cocok”, bahkan terkadang tidak memerlukan perubahan apapun.

  • Integrasi Fungsional. Merupakan penyatuan beberapa fungsi dari perusahaan yang merger, seperti SDM, akuntansi, atau legal. Sementara fungsi-fungsi lain tidak diintegrasikan, tetap melanjutkan kegiatan sebagaimana biasanya. Integrasi jenis ini biasanya dilakukan pada merger perusahaan multinasional yang memiliki portofolio bisnis yang luas, tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

  • Integrasi Operasional dan Fungsional. Mengintegrasikan aspek operasional dan fungsional perusahaan, seperti pemasaran, produksi, SDM, keuangan. Cara kerja atau aspek operasionalnya juga dipadukan. Ini mengubah keseluruhan aspek perusahaan dan melahirkan ”perusahaan baru”.

Kemudian dibahas pembentukan tim integrasi, tahapan integrasi, tantangan & risiko serta manajemen risiko. Selanjutnya Perencanaan Integrasi, biasanya dilakukan ketika proses kesepakatan M&A hampir terjadi. Integrasi harus segera dilaksanakan, karena kalau telat akan menganggu operasional perusahaan & memakan banyak biaya.

Penting juga Integration Management Office (IMO), sebagai pengawas proses integrasi yang dilakukan oleh tim integrasi. Tim IMO bisa terdiri: steering commite yang dipimpin oleh seorang ketua, dan didukung oleh kordinator. Jadi IMO bukan tim yang melakukan proses integrasi secara langsung di lapangan, hanya sebagai pengawas.

Tidak kalah penting dibahas juga tentang Day 1, mengacu pada tanggal penutupan transaksi ketika kesepakatan mulai berlaku. Di mana kepemilikan perusahaan berpindah tangan atau bergabung secara operasional.Tujuan perencanaan Day 1 untuk memastikan segala kegiatan berjalan nyaman, tepat, lancar & terkoordinasi dengan baik. Pelaksanaan Day 1 punya 3 area penting yang harus diperhatikan, yaitu komunikasi, struktur kerja, sistem & kontrol.

Bagian terkahir adalah Eksekusi Integrasi dengan 3 area utama, yaitu; budaya perusahaan, SDM, dan teknologi informasi. Semua aspek yang telah direncanakan dieksekusi secara cermat. Kemudian Penutupan, evaluasi dan perbaikan hasil integrasi.